Orang Yang Bercita- cita Tinggi Paling Sering Kena Penyakit Jantung


 

img

Punya sifat bercita cita tinggi memang menguntungkan dalam segi karier dan ekonomi. Tapi tidak dari segi kesehatan, karena orang dengan sifat ini lebih rentan terkena penyakit jantung dan pembuluh darah alias stroke.


Berdasarkan penelitian Friedman dan Rosenman, ada dua type sifat yang dimiliki manusia, yaitu type A dan type B.

Type A merupakan orang-orang yang memiliki sifat bercita cita tinggi, kompetitif, tidak sabaran, agresif, terburu-buru dan mudah marah. Sedangkan orang type B memiliki sifat mudah bergaul dan lebih santai.

“Orang yang punya sifat type A, salah satunya orang yang ambisius(cia cita tinggi) dan kompetitif, umumnya tidak pernah mau kalah sehingga mereka akan lebih mudah frustasi dan cenderung mudah mengalami stres,” ujar dr Santoso Karo Karo, MD, MPH, SpJp, Ketua Yayasan PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia), dalam acara konferensi pers Jakarta Red Run 10 K, di Kantor Yayasan Jantung Indonesia, Jakarta, Rabu (4/8/2010).

Nah, stres merupakan salah satu faktor memicu penyakit jantung. Pola hidup dan kerja yang penuh stres karena manajemen waktu yang buruk, juga bukan tidak mungkin meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah yang sering dirasakan sebagai nyeri dada atau angina pektoris.

Pada saat orang mengalami stres, hipotalamus dalam otak akan memicu hormon stres, baik yang adrenalin maupun non-adrenalin, yang kemudian akan memicu peningkatan denyut jantung, peningkatan tekanan darah yang mengakibatkan cedera pada dinding arteri dan pembentukan bekuan dalam pembuluh darah, serta aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah arteri).

“Orang bahkan boleh tiba-tiba meninggal karena penyakit jantung, karena pecahnya pembuluh darah yang dipicu oleh stres. Ini disebut dengan penyakit jantung akut,” tutur dokter yang juga anggota Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia.

Dr Santoso juga menjelaskan pada beberapa penelitian terakhir, ditemukan adanya hubungan antara stres dan perubahan dalam kadar kolesterol total, yang secara nyata menunjukkan peningkatan pesat dalam kadar lemak darah yang mengganggu mekanisme kliring lemak tubuh.

“Meski stres bukan merupakan faktor utama penyebab penyakit jantung, tapi stres paling banyak dialami orang, terutama orang dengan sifat type A,” tambah dr Santoso yang telah pencen sebagai spesialis jantung di RS Harapan Kita.

Untuk mengatasi hal itu, orang yang memiliki sifat type A seharusnya mampu menjaga pola makan dan gaya hidup yang sehat. Karena kemungkinan mengalami stres akan semakin meningkat bila orang tersebut memiliki faktor risiko utama penyakit jantung, yaitu perokok, kolesterol dan diabetes.

“Kami melihat bahwa rutinitas sehari-hari atau kesibukan kantor boleh mengaburkan kesadaran ini. Sehingga satu-satunya cara adalah kemampuan mengelola waktu dengan baik sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan tanpa menimbulkan stres berlebih, disamping tentu hidup sehat,” tutur dr Dewi Andang Joesoef, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia.

Tak lupa dr Santoso memberikan beberapa tips untuk menghindari stres, yaitu sebagai berikut:

  1. Selalu berdoa, berserah kepada Tuhan
  2. Jangan memaksakan diri
  3. Mau memaafkan
  4. Jangan terburu-buru
  5. Harus punya hobi

http://us.health.detik.com/read/2010/08/04/173054/1413690/763/orang-ambisius-paling-sering-kena-penyakit-jantung

__._,_.___
This entry was posted in KOLEKSI PELBAGAI KISAH and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s